agent judi online -  Yandi Sofyan, Alfin Tuasalamony, Yericho Christiantoko, beserta Syamsir Alam saat ini tengah berjuang keras mendapatka posisi inti di klub CS Vise. Musim ini adalah yang kedua bagi mereka untuk unjuk kebolehan di klub milik pengusaha Indonesia, Nirwan Dermawan Bakrie. Mereka sama sekali tidak mendapat keistimewaan sekalipun berstatus Warga Negara Indonesia.

Musim lalu menjadi periode yang sangat mengecewakan bagi Alam. Ia lebih banyak absen karena cedera lutut dan harus berjuang keras untuk mendapatkan posisi inti, mengingat persaingan di posisi second striker amat ketat. Disisi lain Yandi dianggap sebagai salah satu pemain masa depan yang sangat menjanjikan. Walau belum permanen statusnya sebagai pemain inti di tim, ia kerap tampil sebagai pemain penggangti atau inti dalam laga-laga kompetisi kasta kedua Belgia. Sejumlah gol ia ciptakan untuk klub berkustum biru-biru itu.

Sayang dimasa persiapan menjelang kompetisi kasta kedua Belgia, di kawasan Beaufays, Yandi cedera paha. Namun, di sejumlah laga uji coba adik kandung bomber PSPS, Zaenal Arif ini tampil sebagai pemain inti. Ia mencetak beberapa gol untuk klubnya

Bagaimana dengan Yerico, tim pelatih Vise memuji penampilan paling stabil sepanjang masa latihan pramusim. Performa Alfin juga diancungi jempol. Ia semakinmatang bermain di sektor sayap. Alfian mengaku amat antusias menyongsong musim baru.

Pelatih Vise, Loris Dominissini menaruh harapan besar kepada pemain asal Indonesia di klub asuhannya. Walau bermain di kompetisi kasta kedua, tingkat persaingan di Vise amat sangat ketat. Banyak pemain import usia muda berkiprah disana. Tercatat ada lima pemain asal Italia, empat pemain asal Prancis, seta dua pemain asal Uruguay.

Beruntung persoalan home sick tidak menjadi ganjalan bagi para pemain Indonesia dia sana. Sebelum ke Belgia, mereka juga sempat beberapa tahun bermain untuk klub di Uruguay. Karir keempat pemain ini diharapkan bisa meroket, karena amat sangat sedikit pemain asli Indonesia yang bisa tampil atau bermain dlam klub di Benua Eropa, walau ada beberapa pemain Indonesia juga yang berkiprah di Spanyol dan Belanda itu pun bukan WNI murni.
 


Comments




Leave a Reply